Posted on 26-06-2019 | Oleh : Febriarti Khairunnisa

Bintang Sejahtera, Mataram - Pertemuan hari ini (25/06/2019) berlangsung antara Pemprov NTB, Organisasi Singapura, Bintang Sejahtera dan Waste 4 Change utk membahas hasil Studi Kelayakan dan Rencana Program Kerjasama Merubah Plastic Waste to Oil (BBM) dengan Teknologi Firolisis.

Pada awal tahun 2019, saya mendapat telpon dengan kode negara +65, ini mesti dari Singapura pikir saya. Tapi siapa gerangan? Ternyata penelpon, sebut saja Ms. A yang tidak lain adalah pimpinan langsung dari sebuah organisasi internasional berbasis di Singapura dengan fokus di bidang lingkungan hidup dan pelestarian alam, yang menelpon saya utk diskusi masalah sampah plastik di kepulauan. Ms. A mendapat nomor kontak saya setelah cukup lama searching di internet dan membaca ttg Bintang Sejahtera di media-media online, termasuk The Jakarta Post yang pernah memuat berita tentang Bintang Sejahtera dalam Bahasa Inggris.

Singkat cerita setelah panjang lebar kami berkenalan dan membahas ttg Program Bank Sampah di NTB, Ms. A menyampaikan bahwa Organisasinya berencana melakukan FS di beberapa kepulauan di Indonesia yang nantinya akan dipilih satu untuk menjadi Pilot Project mereka. Kunjungan pertama sbg assessment awal dilakukan pada bulan Februari dan dilanjutkan kunjungan kedua di bulan April utk Riset Audit Persampahan sebagai satu bagian dari proses FS (Study Kelayakan).

Alhamdulillah melalui kerja dan diskusi lumayan panjang selama hampir 5 bulan, NTB akhirnya terpilih menjadi Pilot Project utk Penerapan Teknologi Firolisis.Teknologi ini diharapkan akan mampu membantu Pemerintah NTB utk menyelesaikan masalah sampah plastik kemasan dan kantong kresek secara bertahap selama periode kerjasama yang dialokasikan selama 5 sampai 10 tahun.

Beberapa pertimbangan utama terpilihnya NTB yaitu :

  1. Faktor inisiatif dan keaktifan masyarakatnya dlm program bank sampah,
  2. Perhatian dan komitmen pemerintah yang besar pada persoalan sampah disertai dengan kebijakan dan alokasi anggaran,
  3. Adanya pihak ketiga yaitu Bintang Sejahtera berikut seluruh jaringan Bank Sampah yg daftarnya cukup panjang sehingga tidak dapat disebutkan satu persatu di postingan ini, yang telah menerapkan konsep Circular Economy dalam Pengelolaan Sampah. Sehingga dapat memberikan kontribusi yg signifikan terhadap penyelesaian masalah sampah berkelanjutan, apalagi bila dilengkapi dengan intervensi teknologi,
  4. Dampak sosial ekonomi dari Program Zero Waste yang menjadi aspek penting untuk memastikan keberlanjutan program bila nanti program kerjasama berakhir setelah 5 - 10 tahun.

Insya Allah bila semua proses perjanjian kerjasama dan segala perizinan lancar, pilot operation dengan kapasitas sedang akan dibangun pada tahun 2020 dan kemudian dilanjutkan dengan scaling up bila pilot operation telah berjalan sukses.

Ini adalah potensi yg sangat berharga untuk tujuan mulia. Mari kita doakan bersama, agar setiap usaha yang kita upayakan menuju NTB Zero Waste mendapat ridha, kemudahan dan kelancaran dari Allah SWT. Aamiin ya Rabbal'alamin.


Bagikan Yuk