Posted on 15-06-2019 | Oleh : Febriarti Khairunnisa

Bintang Sejahtera, Mataram - Bank Sampah Bintang Sejahtera (15/06/19) mengadakan acara Silaturrahmi dan Halal bi Halal bersama seluruh Bank Sampah se-Pulau Lombok. Selain dihadiri oleh pengurus dan nasabah dari 94 Bank Sampah se-Pulau Lombok, kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bapak DR. H. Zulkieflimansyah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tentang pentingnya menjaga lingkungan secara bergotong-royong dengan cara membuat bank sampah di masing-masing Desa. Beliau juga menyampaikan bukan tidak mungkin Bank Sampah yang berhasil menginisiasi Desanya menuju Zero Waste akan dikirim belajar ke Singapura untuk melakukan studi banding lebih lanjut tentang lingkungan dan pengelolaan persampahan. Pemerintah Provinsi NTB akan menghubungi Kedutaan Besar Singapura guna menjalin silaturrahmi agar para pegiat lingkungan di NTB dapat melakukan kunjungan belajar ke Singapura. Semoga dengan adanya Kegiatan Peningkatan Kapasitas ini dapat memberikan semangat kepada pegiat lingkungan dan persampahan untuk terus berjuang membersihkan lingkungan dari sampah yang dapat merusak lingkungan. Bang Zul, panggilan akrab orang nomor 1 di NTB ini, lebih lanjut menyampaikan bahwa Konsep Circular Economy dalam usaha pengelolaan sampah harus diimplementasikan agar bisa memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan kepada seluruh masyarakat NTB. Industri daur ulang dengan teknologi tepat guna juga harus dihadirkan di NTB, agar masalah sampah dapat teratasi secara menyeluruh, dan perputaran nilai ekonomi di bidang daur ulang bisa turut mendorong pengembangan ekonomi daerah dengan terbukanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat lokal NTB.

Baca juga tentang : 
Miniatur Masjid Dari Sampah Botol Plastik Bank Sampah Sutra KLU

Dalam acara ini, berkesempatan hadir juga Bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi NTB, Ir. H. Madani Mukarrom. Beliau menyampaikan bahwa Program NTB Zero Waste yang baru berjalan selama 5 bulan ini harus terus didorong untuk dapat diimplementasikan di seluruh desa dan kelurahan di NTB. Untuk mencapai tujuan kita yaitu NTB Bebas Sampah, maka segenap elemen masyarakat, pemerintah dan swasta harus berkomitmen tinggi untuk bekerjasama bahu membahu memberikan kontribusi terbaik untuk daerah kita. Sumbangsih ide, pemikiran dan kerja nyata dari seluruh pegiat lingkungan terutama semua Bank Sampah yang ada di NTB sangat dibutuhkan, agar kita bisa melihat perspektif masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga dapat mengupayakan solusi terbaik dan tepat sasaran.

Baca juga tentang : Bintang Sejahtera NTB Kerjasama Dengan PT. STM Kembangkan Bank Sampah di Kecamatan Hu'u​​​​​​​

Pak Dani, begitu beliau akrab dipanggil, menghimbau masyarakat NTB untuk tidak lekas memberikan penilaian buruk terhadap kinerja pemerintah dalam Program NTB Zero Waste. Mengambil contoh dari Qatar dan Dubai dengan teknologi canggih dan investasi triliunan dollar Amerika saja butuh waktu 10 tahun utk mewujudkan Zero Waste. Apalagi Indonesia, khususnya NTB yang Dana Persampahannya hanya sepersekian persen dari dana persampahan negara-negara tersebut, tentu akan butuh waktu yang lebih lama dan usaha lebih keras untuk mencapainya.

Beliau memaparkan lebih lanjut, penting bagi semua masyarakat untuk menyadari bahwa mengelola sampah bukanlah hal yang hina dan rendah. Jangan ada pemikiran negatif yang menganggap orang yang mengurus sampah atau yang mengelola bank sampah hendak mengajarkan orang menjadi pemulung. Kita saat ini sesungguhnya sedang mengajak semua orang untuk melaksanakan perintah Allah yaitu menjaga kebersihan. Ganjarannya adalah pahala, serta keberkahan di dunia dan akhirat.

Kita semua juga harus merubah pola pikir bahwa sampah bukanlah musibah. Sampah adalah SUMBERDAYA yang harus kita manfaatkan, antara lain sebagai sumber kompos dan protein alami bagi tumbuhan dan hewan ternak. Bahkan sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan seperti biogas, listrik, dll.

Saat ini Pemerintah Provinsi NTB telah menginisiasi kerjasama dengan berbagai pihak yaitu dengan Organisasi Korea utk Black Soldier Flies, Bintang Sejahtera untuk Program Pembinaan dan Pendampingan Bank Sampah, Kedutaan Denmark untuk Renewable Energy dan juga Organisasi Singapura untuk Teknologi Merubah Sampah Plastik menjadi BBM. Semua hal diatas adalah awal kerja bersama kita untuk menuju NTB Zero Waste 2023.

Sesi diskusi menjadi bagian terpenting dari acara Halal bi Halal hari ini. Para pegiat Bank Sampah diberikan kesempatan menyampaikan hasil kerja dan pencapaiannya selama ini berikut juga kebutuhan dan tantangan yang dihadapi serta usulan-usulan yang dianggap bisa membantu pemerintah memecahkan persoalan sampah di NTB. Ibu Khairo Hami dari Bank Sampah Al Fadhila Aikmel, Ibu Linsi dari Bank Sampah Linsi Kreatif Kesik, Ibu Nek dari Bank Sampah Cendi Manik-Sekotong dan Pak Ari dari Bank Sampah Bunga Teratai Emas Gersik adalah beberapa diantara Pegiat Bank Sampah yang berbagi cerita di tengah-tengah hadirin yang mencapai 150 orang lebih. Sesi diskusi dan sharing ini direspon oleh Kasi TPA Regional Dinas LHK

Sesi terakhir adalah Pemaparan Sistem Teknologi Informasi untuk Digitalisasi Bank Sampah oleh tim SAMPUN (Sampah Untuk Negeri) yang telah mendesain sistem aplikasi berbasis Android untuk transaksi Bank Sampah. Keunikan SAMPUN adalah mendorong Bank Sampah untuk dapat mengoptimalkan social impacts di bidang lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Sistem Aplikasi Bank Sampah ini nantinya akan terhubung dengan Bumdes, menuju optimalisasi Bumdes atau Koperasi Desa sebagai cikal-bakal Green Mart di NTB.

Menjelang berakhirnya acara, Founder Bintang Sejahtera Bapak Syawaludin, SE yang menjadi Host Acara kali ini, memberikan penekanan tentang mulianya pekerjaan mengelola sampah. Dengan mengurus sampah, bukan hanya materi dunia yang kita dapatkan, syurga pun bisa dapatkan. Contohnya melalui gerakan sedekah sampah atau "Nyadna dengan Sampah" terinspirasi dari Komunitas Hindu di Kelurahan Cakranegara dan Bank Sampah Montong Bagia Lenek. Masyarakat mengumpulkan sampah untuk kemudian hasilnya didonasikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.


Bagikan Yuk

Berita Terbaru


Masa Siaga Darurat Non Bencana COVID-19, Bintang Sejahtera Menerapkan ...

Menyapa Kembali Desa Hu'u dan Desa Jala di Kabupaten Dompu...

Bintang Sejahtera Lebarkan Sayap ke Manggarai, Nusa Tenggara Timur...

Bintang Sejahtera Jelajahi Pulau-pulau Timur Indonesia: Yuk Kelola Sam...

Bintang Sejahtera menyapa Pulau Sumbawa...

Peresmian The Gade Clean & Gold (Memilah Sampah Menabung Emas) di Batu...

Kunjungan Bapak Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritima...

Peresmian The Gade Clean and Gold Untuk Mensukseskan NTB Zero Waste 20...

Waste is actually left abandoned and unutilized RESOURCES (DR. Sometha...

Rencana Program Kerjasama Merubah Plastic Waste to Oil (BBM) dengan Te...

Silaturrahmi dan Halal bi Halal Bank Sampah se-Pulau Lombok...

Miniatur Masjid Dari Sampah Botol Plastik Bank Sampah Sutra KLU...

Semangat Zero Waste 2023 [ Bagian 1 ] Oleh Syawaludin. S.E....

Bintang Sejahtera NTB Kerjasama Dengan PT. STM Kembangkan Bank Sampah ...

Seminar Nasional & Lokakarya Sirkular Ekonomi Pengelolaan Sampah - Lom...

Kerjasama Dengan Bintang Sejahtera, PT. Pegadaian Syariah Area Ampenan...

Dukung NTB Zero Waste, Bintang Sejahtera NTB Fasilitasi Pembentukan As...

Merajut Kresek Bernilai Ekonomi Ratusan Ribu Rupiah...

Gubernur NTB Harapkan Tiap Desa Miliki Bank Sampah...

Resmikan Program Satu Desa Satu Pengolahan Sampah, Ummi Rohmi: Semua P...

Temu Pelaku Usaha Daur Ulang NTB Menuju NTB Zero Waste...

Penandatanganan MoU kerjasama program pengelolaan sampah berbasis kelu...

Bintang Sejahtera Kedatangan Puluhan ASN dan Akademisi Untuk Belajar U...

Bintang Sejahtera NTB Ikuti Workshop Innovative Waste Management...

Menjadi Narasumber di Hadapan SKPD, Syawaludin Sampaikan 5 Poin Penduk...