Posted on 09-06-2019 | Oleh : Syawaludin

Bintang Sejahtera, Mataram - Sampah sejatinya sumber daya. Sumberdaya yang sudah tidak di manfaatkan lagi, jika kita mau memanfaatkannya, sampah tidak lagi disebut sampah.

Sampah itu tidak ada yang ada adalah sumberdaya yg sedang tdk dimanfaatkan. Sampah itu tidak ada, yang ada hanyalah cara kita prilaku kita yang kurang bertanggung jawab.

Bicara masalah sampah, saya catat ada beberapa poinnya :

1. KESADARAN
Melahirkan prilaku, prilaku yg membuang sampah sembarangan dan mencemari lingkungan. Bicara tugas menyadarkan ini, bicara proses panjang, kata teman saya, ini Tugas Nabi, dan itu butuh waktu panjang, sementara kita sedang bicara masalah DARURAT SAMPAH. Tapi bukan berarti tidak bisa, ini bisa dan harus menjadi salah satu fokus utama dalam membangun manajemen pengelolaan sampah, ini masalah dasar. Saya sering katakan bahwa alat terbaik pertama untuk membangun waste manajemen yang baik disebut KESADARAN, kalo ini kurang apalagi tidak ada, maka alat yg lain lambat laun akan jadi SAMPAH pula (infrastruktur, sarana dan prasarana). Banyak cara u mencapai kesadaran, singkatnya kita sering sebut program edukasi/pendidikan, pelatihan, pendampingan dan lain sebagainya. Investasi pada hal ini penting untuk diprioritaskan, multy stake holder harus terlibat. Pemerinta dengan segala sektornya digawangi oleh DLHK dan DIKBUD, DEPAG dan swbutan lain untuk dunia pendidikan. Kesadaran Masyarakat indikator utamanya. Dengan edukasi yang berkelanjutan., tidak lagi dgn program esukasi yg musiman dan project oriented.

2. REGULASI
Masalah yg kita hadapi bukan tidak ada atau belum ada, namun masalah kita pada, penegakan hukum/Regulasi (law enforcement) sebagai dasar pengelolaan persampahan (Waste Manajement).
Mulai dari UU No.18/2018, yang di ikuti dengan Peraturan Pemerintah No. 81/2012, permendagri, dan sampai pada perpres terakhir sebagai turunan dari UU PS yaitu Perpres no. 97/2017 ttg pengelolaan sampah Rumah tamgga dan sampah sejenis Sampah Rumah Tangga. Perpres 83/2018, ttg sampah laut dan Perpres no 35/2018 ttg percepatan pengelolaan sampah jadi Sumber Energi baru terbarukan, dn bahkan sudah ada Fatwa MUI no 47 tahun 2014 dan terakhir Musyawarah Ulama NU mengeluarkan rekomendasi khusus terkait pengelolaan sampah, yang intinya HARAM buang Sampah sembarangan karena itu merusk alam setelah Tuhan memperbaikinya. 
UU negara Indonesia sudah ada dan diturunkan dgn berbagai produk hukum dan regulasi persampahan dari tingkat nasional sampai daerah bahkan sudah sampai pada perdes, kabarnya sudah lengkap,MASALAHNYA PADA PENEGAKAN REGULASI (LAW ENFORCEMENT). 
inti dari regulasi sampah, memerintahkan sampah harus selesai dari sumbernya, lalu dalan turunanya di jelaskan ttg konsep 3R dan kewajiban produsen untuk bertanggung jawab pengelolaan sampah produksi mereka, yg tertuang dalam EPR (Extended Production Responsibility) yang targetkan mulai berlaku pada tahun 2022.

3. INFRASTRUKTUR
Ramai kita bicara infrastruktur pengelolaan sampah kita masih sangat kurang. Belum bisa dipenuhi dengan baik, infrastruktur standar pengelolaan sampah banyak kita dengar dan lihat kurangnya.
Disaat kita bicara proses edukasi u mendapatkan Kesadaran yang butuh waktu panjang. Kita butuh infrastruktur dengan dukungan teknologi yang tepat dan teruji (proficient technology)
Selain membangun kesadaran kita butuh solusi cepat.

4. ANGGARAN. 
Keberpihakan anggaran pada masalah sampah, masih sangat minim. Ini perlu menjadi perhatian serius, dengan berbagai Sumbernya.

5. SELERA DAN CITA RASA PIMPINAN. 
Ini menjadi indikator utama, ketika pemimpin daerah menjadikan isu lingkungan hidup /pencemaran sampah yg katanya sudah Darurat ini, menjadi isu utama dan urusan prioritas dalam kepemimpinanya.

6. Atmosfir Birokrasi kuat dan partisipatif.
Masalah sampah ini tidak parsial, pendekatan harus multy dan langkah yang konfrehensif.

Sampah ini tanggung jawab setiap manusia (setiap kepala). Bukan hanya tamggung jawab satu Golongan, bukan pula hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab semua.
Tidak ada makhluk yang bertanggung jawab pada permasalahan sampah ini, kecuali Makhluk yg bernama MANUSIA. Bicara sampah di darat, hanya manusia yg sampahnya bermasalah, bicara sampah laut, laut tdk pernah buang sampah, aktivitas manusia meninggalkan sampah.

Ayo kita pilah sampah - Kita olah jadi Rupiah
Sampah itu Sumber daya
Dengan sedikit usaha, kita olah sampah jadi berkah.

Syawaludin. SE.
Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB

 


Bagikan Yuk

Berita Terbaru


Masa Siaga Darurat Non Bencana COVID-19, Bintang Sejahtera Menerapkan ...

Menyapa Kembali Desa Hu'u dan Desa Jala di Kabupaten Dompu...

Bintang Sejahtera Lebarkan Sayap ke Manggarai, Nusa Tenggara Timur...

Bintang Sejahtera Jelajahi Pulau-pulau Timur Indonesia: Yuk Kelola Sam...

Bintang Sejahtera menyapa Pulau Sumbawa...

Peresmian The Gade Clean & Gold (Memilah Sampah Menabung Emas) di Batu...

Kunjungan Bapak Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritima...

Peresmian The Gade Clean and Gold Untuk Mensukseskan NTB Zero Waste 20...

Waste is actually left abandoned and unutilized RESOURCES (DR. Sometha...

Rencana Program Kerjasama Merubah Plastic Waste to Oil (BBM) dengan Te...

Silaturrahmi dan Halal bi Halal Bank Sampah se-Pulau Lombok...

Miniatur Masjid Dari Sampah Botol Plastik Bank Sampah Sutra KLU...

Semangat Zero Waste 2023 [ Bagian 1 ] Oleh Syawaludin. S.E....

Bintang Sejahtera NTB Kerjasama Dengan PT. STM Kembangkan Bank Sampah ...

Seminar Nasional & Lokakarya Sirkular Ekonomi Pengelolaan Sampah - Lom...

Kerjasama Dengan Bintang Sejahtera, PT. Pegadaian Syariah Area Ampenan...

Dukung NTB Zero Waste, Bintang Sejahtera NTB Fasilitasi Pembentukan As...

Merajut Kresek Bernilai Ekonomi Ratusan Ribu Rupiah...

Gubernur NTB Harapkan Tiap Desa Miliki Bank Sampah...

Resmikan Program Satu Desa Satu Pengolahan Sampah, Ummi Rohmi: Semua P...

Temu Pelaku Usaha Daur Ulang NTB Menuju NTB Zero Waste...

Penandatanganan MoU kerjasama program pengelolaan sampah berbasis kelu...

Bintang Sejahtera Kedatangan Puluhan ASN dan Akademisi Untuk Belajar U...

Bintang Sejahtera NTB Ikuti Workshop Innovative Waste Management...

Menjadi Narasumber di Hadapan SKPD, Syawaludin Sampaikan 5 Poin Penduk...